Langsung ke konten utama

Pakai Livery Valentino Rossi di GP500, All New Honda CBR250RR Sukses Tampil Beda

Awal punya All New Honda CBR250RR ini, Muhammad Eko Firdian Azmi masih belum kepikiran untuk modifikasi. Yang dilakukan hanya memasang beberapa aksesori ringan. Seperti grip gas Harris yang lebih lembut.



“Saya pakai motor ini setiap hari dan treknya cukup jauh, lebih dari 40 km setiap hari. Jadi mesti senyaman mungkin,” jelas asli Brebes, Jateng ini.

Ubahan lain hanya pasang windshield dan knalpot racing R9. Sampai akhirnya, memorinya kembali ke 2001 saat nonton GP500 bersama sang Ayah. Saat itu, Valentino Rossi baru naik ke kelas para raja menggeber Honda NSR500 milik tim Nastro Azzuro Honda.

“Inget banget, pas lagi nonton saya sempat bilang sama bokap suatu saat bakal punya motor seperti itu. Ya berhubung motornya susah ya sudah livery-nya saja dipasang di CBR250RR, toh masih sama-sama Honda,” kekehnya.



Untuk eksekusi, Graphic Factory (GF) langsung bikin desain yang sesuai dengan desain CBR250RR. Ternyata enggak mudah karena bentuk bodi yang jauh berbeda antara kedua motor ini.

“Butuh banyak penyesuaian karena bodi CBR250RR ini lebih banyak lekukan dan tarikan tajam dibanding NSR500,” jelas pria kelahiran 1989 ini.

Sebelumnya, warna bodi motor yang berwarna merah harus di-wrapping dengan kelir kuning stabilo khas Rossi dan kombinasi warna dasar biru-putih. Kemudian, logo minuman beralkohol yang jadi sponsor utama Rossi saat itu bisa terpasang dengan sempurna. Begitu juga dengan Repsol di bagian bawah dan nomor start #46 milik sang juara dunia di moncong depan.



Namun yang agak berbeda adalah warna peleknya, gold dipilih, sedang motor Rossi dibekali pelek kelir hitam.

Plus: Sangat jarang yang mengadopsi livery ini
Minus: Hugger custom-nya enggak nyambung dengan konsep racing ala Valentino Rossi

Data Modifikasi:

•Windshield : Layz Motor
•Sepatbor depan : Carbon by Layz Motor
•Hugger: Carbon by Layz Motor
•Bodi protector : Agna
•Spion : Riderich
•Undertail : Custom by Layz Motor
•Knalpot : R9 Austin
•Jalu paddock : Evotech
•Proguard : Rizoma
•Handgrip : Harris
•Delta box : Custom Layz Motor
•Ban depan : Michelin pilot 3 120/60
•Ban belakang : Michelin pilot 3 140/70
•Layz Motor : 02153663025
•Graphic Factory : 081806355799


Sumber: Otomotif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocoran Superbike BMW Terbaru, S1000RR Model 2018

D'BIKERS – Meski tak sepopuler superbike racikan brand Jepang, nyatanya superbike BMW yakni S1000RR jadi superbike tercepat pada sebuah pengetesan trek lurus. Kini pabrikan Jerman itu bersiap merilis model terbarunya. Dituliskan majalah motor ternama Jerman, Motorrad, BMW tampak sedang menguji superbike terbarunya itu. Ini menandakan motor tersebut tak lama lagi akan segera muncul. BMW S1000RR 2018 usung sub frame model teralis. (Foto: Morebikes) Dari foto yang beredar, bisa dilihat motor ini akan mendapakan banyak perubahan. Mulai dari lengan ayun, bentuk bodi dengan fairing baru, buritan pendek yang lebih pendek. Tak ketinggalan perubahan pada bagian wajahnya karena menggunakan desain lampu utama model anyar. Kemudian yang tak kalah penting adalah revisi mesin untuk mengejar performa menengah dan atas. Secara keseluruhan motor Jerman ini semakin cantik dengan desain sub frame model teralis. Jadi khas seperti superbike racikan Eropa macam Ducati yang dikenal dengan sasis te...

Jumlah Piston di Kaliper Rem Sepeda Motor, Beda Model Beda Juga Fungsinya

Apabila diperhatikan dengan detil, jumlah piston pada kaliper rem itu ternyata berbeda-beda. Ada yang menggunakan kaliper dengan satu piston, ada yang dua piston dan bahkan ada yang menggunakan 4 piston. Yang menarik pada motor berkapasitas 115-150 cc, ada model yang menggunakan kaliper rem 1 piston dan ada pula yang memiliki 2 piston meski kapasitas mesinnya sama. Lantas apa perbedaannya? Bagaimana performanya? "Sebenarnya jumlah piston itu berkaitan juga dengan performa pengereman. Seperti kaliper 2 piston memiliki performa pengereman yang lebih bagus dibandingkan 1 piston. Tapi, bukan berarti 1 piston jelek, karena disesuaikan juga dengan spesifikasi mesin motornya," ucap Chrisna Permata Putra, Marketing PT Chemco Harapan Nusantara (CHN) selaku produsen komponen rem Nissin. Chrisna juga menyampaikan umumnya motor yang memakai kaliper 1 piston berkapasitas maksimal 150 cc. Tenaga mesinnya masih dapat diimbangi dengan performa kaliper rem 1 piston. Selain berpatokan pad...

Benarkah Oli Samping Motor 2-Tak Harus Wangi? Ini Jawabannya

D'BIKERS – Sepeda motor dua langkah atau 2-tak saat ini sudah tidak lagi diproduksi. Namun pengguna dan penggemarnya masih banyak bersliweran di jalan dengan suara dan asap knalpot yang khas. Salah satu komponen motor 2-tak yang menjadi perhatian adalah oli samping. Tanpa oli samping, motor dua tak tidak dapat melakukan pembakaran secara sempurna. Mesin diambil dari Kawasaki H2 3-silinder 2-tak lansiran 1970-an. Banyak yang masih beranggapan pemilihan oli 2-tak yang baik berasal dari wanginya. Ini jadi bahasan pengguna motor 2-tak hingga saat ini. Apakah benar seperti itu? “Tidak ada itu. Oli samping wangi semua bisa buat, Cuma tambah pewangi saja,” ucap Herry Hambali, Sales and Marketing Director PT Federal Karyatama, produsen oli Federal beberapa waktu lalu. Herry mengungkapkan, oli wangi tidak ada hubungannya dengan performa. Bagi pemilik motor yang wajib diperhatikan adalah formulasi serta zat aditif di dalam oli. Selain itu, penggunaan oli samping dengan wewangian tida...