Langsung ke konten utama

Suzuki Burgman 400 ABS Meluncur Gantikan Skywave yang Pensiun

D'BIKERS - – Di Jepang sebenarnya tidak dikenal model Suzuki Burgman, di sana lebih dikenal sebagai Suzuki Skywave. Tetapi globalisasi mengubah itu, kini generasi baru Skywave 400 telah dihadirkan sebagai Suzuki Burgman 400.

Nama Burgman sebagai nama global untuk Skywave selama ini, jadi baik Skywave maupun Burgman adalah produk yang sama. Agustus 2017 mendatang Suzuki di Jepang tidak lagi akan menawarkan Skywave 400 tetapi sebagai Suzuki Burgman 400 ABS hadapi globalisasi itu.

Maxi-scooter Suzuki itu kini telah memiliki berbagai fitur baru agar bisa diterima pasar global, seperti knalpot berkatalitik untuk emisi gas buang lebih baik.


Suzuki Burgman 400 meluncur untuk menggantikan Skywave. (Sumber Foto : Suzuki)

Burgman pertama kali diperkenalkan pada 1998, dengan 2 model 250 dan 400. Skuter berbodi lebar itu dilengkapi rem kombinasi dengan cakram di kedua rodanya, dan ban ukuran 13″. Mesinnya sendiri SOHC meski memiliki 4 katup. Sosok khasnya yang besar itu menjanjikan ruang penyimpanan di bawah bagasi luas dengan lebar seukuran kertas A3.

Kini, generasi baru Suzuki Burgman 400 ABS, diklaim hadir lebih gaya dan nyaman, didesain lebih ramping dan ringan sehingga lebih lincah. Bermesin DOHC 399 cc yang performa torsi puncaknya di putaran rendah dan menengah.

Perangkat lampu utama dan belakangnya telah mengadopsi LED. Bagasi di bawah jok tetap lega dengan 42 L, sedangkan glove box di depan bisa untuk menyimpan perlengkapan ringkas seperti sarung tangan atau botol minum, serta ada power outlet 12VDC untuk charging gadget.



Suzuki Burgman 400 ABS pun dilengkapi roda ukuran 15″, ditawarkan dalam dua warna pilihan Pearl Grecher White dan Matt Black Metallic. Dipasarkan dengan harga sekitar Rp 88,6 jutaan di luar pajak. (Afid/nm)


Sumber: NaikMotor.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocoran Superbike BMW Terbaru, S1000RR Model 2018

D'BIKERS – Meski tak sepopuler superbike racikan brand Jepang, nyatanya superbike BMW yakni S1000RR jadi superbike tercepat pada sebuah pengetesan trek lurus. Kini pabrikan Jerman itu bersiap merilis model terbarunya. Dituliskan majalah motor ternama Jerman, Motorrad, BMW tampak sedang menguji superbike terbarunya itu. Ini menandakan motor tersebut tak lama lagi akan segera muncul. BMW S1000RR 2018 usung sub frame model teralis. (Foto: Morebikes) Dari foto yang beredar, bisa dilihat motor ini akan mendapakan banyak perubahan. Mulai dari lengan ayun, bentuk bodi dengan fairing baru, buritan pendek yang lebih pendek. Tak ketinggalan perubahan pada bagian wajahnya karena menggunakan desain lampu utama model anyar. Kemudian yang tak kalah penting adalah revisi mesin untuk mengejar performa menengah dan atas. Secara keseluruhan motor Jerman ini semakin cantik dengan desain sub frame model teralis. Jadi khas seperti superbike racikan Eropa macam Ducati yang dikenal dengan sasis te...

Jumlah Piston di Kaliper Rem Sepeda Motor, Beda Model Beda Juga Fungsinya

Apabila diperhatikan dengan detil, jumlah piston pada kaliper rem itu ternyata berbeda-beda. Ada yang menggunakan kaliper dengan satu piston, ada yang dua piston dan bahkan ada yang menggunakan 4 piston. Yang menarik pada motor berkapasitas 115-150 cc, ada model yang menggunakan kaliper rem 1 piston dan ada pula yang memiliki 2 piston meski kapasitas mesinnya sama. Lantas apa perbedaannya? Bagaimana performanya? "Sebenarnya jumlah piston itu berkaitan juga dengan performa pengereman. Seperti kaliper 2 piston memiliki performa pengereman yang lebih bagus dibandingkan 1 piston. Tapi, bukan berarti 1 piston jelek, karena disesuaikan juga dengan spesifikasi mesin motornya," ucap Chrisna Permata Putra, Marketing PT Chemco Harapan Nusantara (CHN) selaku produsen komponen rem Nissin. Chrisna juga menyampaikan umumnya motor yang memakai kaliper 1 piston berkapasitas maksimal 150 cc. Tenaga mesinnya masih dapat diimbangi dengan performa kaliper rem 1 piston. Selain berpatokan pad...

Benarkah Oli Samping Motor 2-Tak Harus Wangi? Ini Jawabannya

D'BIKERS – Sepeda motor dua langkah atau 2-tak saat ini sudah tidak lagi diproduksi. Namun pengguna dan penggemarnya masih banyak bersliweran di jalan dengan suara dan asap knalpot yang khas. Salah satu komponen motor 2-tak yang menjadi perhatian adalah oli samping. Tanpa oli samping, motor dua tak tidak dapat melakukan pembakaran secara sempurna. Mesin diambil dari Kawasaki H2 3-silinder 2-tak lansiran 1970-an. Banyak yang masih beranggapan pemilihan oli 2-tak yang baik berasal dari wanginya. Ini jadi bahasan pengguna motor 2-tak hingga saat ini. Apakah benar seperti itu? “Tidak ada itu. Oli samping wangi semua bisa buat, Cuma tambah pewangi saja,” ucap Herry Hambali, Sales and Marketing Director PT Federal Karyatama, produsen oli Federal beberapa waktu lalu. Herry mengungkapkan, oli wangi tidak ada hubungannya dengan performa. Bagi pemilik motor yang wajib diperhatikan adalah formulasi serta zat aditif di dalam oli. Selain itu, penggunaan oli samping dengan wewangian tida...