Langsung ke konten utama

Bolehkah Menyiram Cakram Panas dengan Air? Ini Jawabannya

D'BIKERS – Masih ingat pengalaman motor skutik yang mengalami masalah pengereman di jalan menurun beberapa waktu lalu? Akibat penggunaan rem yang berlebihan di jalan menurun rem menjadi tidak berfungsi maksimal hingga membuat skutik tidak terkendali.

Dari sekian banyak netizen yang mengomentari peristiwa tersebut banyak yang menyarankan apabila merasa rem berkurang fungsinya segera berhenti dan menyiramkan cakram dan rem dengan air. Logikanya, cakram yang panas membuat rem tidak berfungsi sehingga harus didinginkan dengan air.


Rem Cakram pada motor

“Memang benar itu bisa jadi solusi. Tapi baiknya perhatikan kondisi cakram dan perangkat rem terlebih dulu,” ucap Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) saat dihubungi Otomania beberapa waktu lalu.

Cakram atau komponen pengereman dalam keadaan sangat panas jika disiram air malah dapat merusak. Disarankan untuk tunggu atau diamkan beberapa waktu agar suhu menurun, setelah itu tidak masalah jika ingin mempercepat pendinginan dengan disiram air.

Air yang digunakan juga harus dipastikan bebas dari kotoran. Jika air mengandung pasir atau kotoran dikhawatirkan dapat menempel di permukaan cakram dan mengganggu kinerjanya.

Solusi menyiram air ke komponen pengereman ini terinspirasi dari supir truk yang melewati turunan dengan membawa beban berat. Sebelum melalui jalan turunan atau tanjakan biasanya mereka memeriksa rem dengan merasakan panas lalu disiram air agar dingin.

“Sebagai pengguna skutik, baiknya jika sudah merasa terlalu banyak turunan atau tahu di depan ada banyak turunan, tidak buru-buru memacu motornya. Berhenti terlebih dulu untuk melakukan pengecekan. Jauh sebelum perjalanan, pastikan rem dalam kondisi prima dengan melakukan perawatan,” ucap Endro.


Sumber: Otomania.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocoran Superbike BMW Terbaru, S1000RR Model 2018

D'BIKERS – Meski tak sepopuler superbike racikan brand Jepang, nyatanya superbike BMW yakni S1000RR jadi superbike tercepat pada sebuah pengetesan trek lurus. Kini pabrikan Jerman itu bersiap merilis model terbarunya. Dituliskan majalah motor ternama Jerman, Motorrad, BMW tampak sedang menguji superbike terbarunya itu. Ini menandakan motor tersebut tak lama lagi akan segera muncul. BMW S1000RR 2018 usung sub frame model teralis. (Foto: Morebikes) Dari foto yang beredar, bisa dilihat motor ini akan mendapakan banyak perubahan. Mulai dari lengan ayun, bentuk bodi dengan fairing baru, buritan pendek yang lebih pendek. Tak ketinggalan perubahan pada bagian wajahnya karena menggunakan desain lampu utama model anyar. Kemudian yang tak kalah penting adalah revisi mesin untuk mengejar performa menengah dan atas. Secara keseluruhan motor Jerman ini semakin cantik dengan desain sub frame model teralis. Jadi khas seperti superbike racikan Eropa macam Ducati yang dikenal dengan sasis te...

Jumlah Piston di Kaliper Rem Sepeda Motor, Beda Model Beda Juga Fungsinya

Apabila diperhatikan dengan detil, jumlah piston pada kaliper rem itu ternyata berbeda-beda. Ada yang menggunakan kaliper dengan satu piston, ada yang dua piston dan bahkan ada yang menggunakan 4 piston. Yang menarik pada motor berkapasitas 115-150 cc, ada model yang menggunakan kaliper rem 1 piston dan ada pula yang memiliki 2 piston meski kapasitas mesinnya sama. Lantas apa perbedaannya? Bagaimana performanya? "Sebenarnya jumlah piston itu berkaitan juga dengan performa pengereman. Seperti kaliper 2 piston memiliki performa pengereman yang lebih bagus dibandingkan 1 piston. Tapi, bukan berarti 1 piston jelek, karena disesuaikan juga dengan spesifikasi mesin motornya," ucap Chrisna Permata Putra, Marketing PT Chemco Harapan Nusantara (CHN) selaku produsen komponen rem Nissin. Chrisna juga menyampaikan umumnya motor yang memakai kaliper 1 piston berkapasitas maksimal 150 cc. Tenaga mesinnya masih dapat diimbangi dengan performa kaliper rem 1 piston. Selain berpatokan pad...

Benarkah Oli Samping Motor 2-Tak Harus Wangi? Ini Jawabannya

D'BIKERS – Sepeda motor dua langkah atau 2-tak saat ini sudah tidak lagi diproduksi. Namun pengguna dan penggemarnya masih banyak bersliweran di jalan dengan suara dan asap knalpot yang khas. Salah satu komponen motor 2-tak yang menjadi perhatian adalah oli samping. Tanpa oli samping, motor dua tak tidak dapat melakukan pembakaran secara sempurna. Mesin diambil dari Kawasaki H2 3-silinder 2-tak lansiran 1970-an. Banyak yang masih beranggapan pemilihan oli 2-tak yang baik berasal dari wanginya. Ini jadi bahasan pengguna motor 2-tak hingga saat ini. Apakah benar seperti itu? “Tidak ada itu. Oli samping wangi semua bisa buat, Cuma tambah pewangi saja,” ucap Herry Hambali, Sales and Marketing Director PT Federal Karyatama, produsen oli Federal beberapa waktu lalu. Herry mengungkapkan, oli wangi tidak ada hubungannya dengan performa. Bagi pemilik motor yang wajib diperhatikan adalah formulasi serta zat aditif di dalam oli. Selain itu, penggunaan oli samping dengan wewangian tida...