Langsung ke konten utama

Parkir Motor, Jangan Malas Pakai Standar Tengah

D'BIKERS – Sepeda motor saat parkir paling mudah menggunakan standar samping. Hanya tinggal menurunkan standar tanpa usaha lebih, motor sudah berdiri.

Namun ternyata penggunaan standar samping ini kurang direkomendasikan untuk jangka waktu lama. Beberapa alasannya ternyata tidak kita sadari.



“Standar samping buat ruang lebih banyak untuk motor karena motor miring. Resiko lecet, sampai jatuh juga besar bila di parkiran umum. Jangka waktu lama, berpengaruh pada beberapa bagian motor,” ucap Agus dari Dairy Motor Pondok Bambu, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Agus, karena beban motor di sebelah kiri, kemungkinan besar dapat merusak suspensi motor di sebelah kiri. Ini karena bobot motor ditahan satu penyangga.

Di lahan parkir, penggunaan standar samping memang memaksimalkan tempat. Namun juga beresiko motor tersenggol sehingga jatuh menimpa motor lain.

Untuk itu disarankan melihat kondisi lahan parkir. Gunakan standar tengah bila memungkinkan. Bila berada di satu tempat lebih dari 30 menit, baiknya gunakan standar tengah yang lebih stabil.



sumber: otomania.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocoran Superbike BMW Terbaru, S1000RR Model 2018

D'BIKERS – Meski tak sepopuler superbike racikan brand Jepang, nyatanya superbike BMW yakni S1000RR jadi superbike tercepat pada sebuah pengetesan trek lurus. Kini pabrikan Jerman itu bersiap merilis model terbarunya. Dituliskan majalah motor ternama Jerman, Motorrad, BMW tampak sedang menguji superbike terbarunya itu. Ini menandakan motor tersebut tak lama lagi akan segera muncul. BMW S1000RR 2018 usung sub frame model teralis. (Foto: Morebikes) Dari foto yang beredar, bisa dilihat motor ini akan mendapakan banyak perubahan. Mulai dari lengan ayun, bentuk bodi dengan fairing baru, buritan pendek yang lebih pendek. Tak ketinggalan perubahan pada bagian wajahnya karena menggunakan desain lampu utama model anyar. Kemudian yang tak kalah penting adalah revisi mesin untuk mengejar performa menengah dan atas. Secara keseluruhan motor Jerman ini semakin cantik dengan desain sub frame model teralis. Jadi khas seperti superbike racikan Eropa macam Ducati yang dikenal dengan sasis te...

Jumlah Piston di Kaliper Rem Sepeda Motor, Beda Model Beda Juga Fungsinya

Apabila diperhatikan dengan detil, jumlah piston pada kaliper rem itu ternyata berbeda-beda. Ada yang menggunakan kaliper dengan satu piston, ada yang dua piston dan bahkan ada yang menggunakan 4 piston. Yang menarik pada motor berkapasitas 115-150 cc, ada model yang menggunakan kaliper rem 1 piston dan ada pula yang memiliki 2 piston meski kapasitas mesinnya sama. Lantas apa perbedaannya? Bagaimana performanya? "Sebenarnya jumlah piston itu berkaitan juga dengan performa pengereman. Seperti kaliper 2 piston memiliki performa pengereman yang lebih bagus dibandingkan 1 piston. Tapi, bukan berarti 1 piston jelek, karena disesuaikan juga dengan spesifikasi mesin motornya," ucap Chrisna Permata Putra, Marketing PT Chemco Harapan Nusantara (CHN) selaku produsen komponen rem Nissin. Chrisna juga menyampaikan umumnya motor yang memakai kaliper 1 piston berkapasitas maksimal 150 cc. Tenaga mesinnya masih dapat diimbangi dengan performa kaliper rem 1 piston. Selain berpatokan pad...

Benarkah Oli Samping Motor 2-Tak Harus Wangi? Ini Jawabannya

D'BIKERS – Sepeda motor dua langkah atau 2-tak saat ini sudah tidak lagi diproduksi. Namun pengguna dan penggemarnya masih banyak bersliweran di jalan dengan suara dan asap knalpot yang khas. Salah satu komponen motor 2-tak yang menjadi perhatian adalah oli samping. Tanpa oli samping, motor dua tak tidak dapat melakukan pembakaran secara sempurna. Mesin diambil dari Kawasaki H2 3-silinder 2-tak lansiran 1970-an. Banyak yang masih beranggapan pemilihan oli 2-tak yang baik berasal dari wanginya. Ini jadi bahasan pengguna motor 2-tak hingga saat ini. Apakah benar seperti itu? “Tidak ada itu. Oli samping wangi semua bisa buat, Cuma tambah pewangi saja,” ucap Herry Hambali, Sales and Marketing Director PT Federal Karyatama, produsen oli Federal beberapa waktu lalu. Herry mengungkapkan, oli wangi tidak ada hubungannya dengan performa. Bagi pemilik motor yang wajib diperhatikan adalah formulasi serta zat aditif di dalam oli. Selain itu, penggunaan oli samping dengan wewangian tida...